Riya masih tak habis pikir,
mengapa Bisma tiba-tiba menghilang begitu saja dalam kehidupannya. Tak
biasa nya Bisma tak ada kabar beberapa hari, padahal beberapa minggu ini Bisma
terlihat serius dengan Riya, setiap hari mereka berkomunikasi sampe larut dan
lupa waktu. Padahal Riya yakin ada perasaan yang kuat diantara mereka, setelah
sekian lama berteman satu kampus, kenal baik satu sama lain dan berujung dengan lebih
dekat, meski kedekatan yang lebih dari biasa nya itu berlangsung di BBM baru
beberapa bulan terakhir ini.
Tapi kenapa, tiba – tiba dia pergi tanpa kabar dan sebab,
padahal tidak ada masalah apapun diantara mereka. Terakhir kali mereka BBM,
Bisma mengajak Riya jalan jalan, dan Riya pun mengiyakan permintaan Bisma, tapi
tidak tau kenapa Bisma tiba – tiba membatalkan janji. Itu terakhir kali kabar
dari Bisma.
Entah berapa lama setelah itu, Riya tak lagi ingin
memikirkannya, Riya lebih berfokus dengan kegiatan kampus dan menyibukan
dirinya bersama teman – teman, dan mimilih bungkam dengan kebingungannya.
Sementara itu, hadirlah seorang cowo yang lebih baik dari Bisma
yang mengisi hari-hari Riya. Awal dari pertemuan itu, tak sengaja dirumah teman
SMA. Cowo itu bernama Arjuna, entahlah sejak perkenalan itu Riya hampir tak
pernh merasa sedih ia terlihat lebih bahagia dan semangat.
Seiring dengan berjalan nya waktu, kedekatan dua sejoli itu
semakin serius. Sore itu, Arjuna mengajak Riya ketemuan di mall untuk nonton
film terbaru “Marmut Merah Jambu” film itu memang pas untuk kalangan remaja
penuh cinta. Dan benar saja, setelah film itu selesai mereka tonton. Arjuna
terlihat kalang kabut betapa ia ingin mengutarakan cintanya dengan Riya. Rasa
itu sudah ia pendam dari awal ia bertemu. Riya pun bingung dengan tingkah Arjuna
yang sangat aneh sekali, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak tau
harus memulai dari sebelah mana.
Huhh ahhh Riya benar-benar semakin terheran-heran ada apa dengan
Arjuna. Riya berlalu begitu saja pulang menuju tempat parkir karena waktu
menunjukan jam 8 malam dan Arjuna pun masih belum jelas mau mengatakan apa.
Beberapa menit berlalu, tiba-tiba Arjuna mengajak nya ketemuan
lagi ditengah perjalanan pulang, Arjuna mengajak nya makan di Mecdi, ketika
ditempat parkir ia pun beranikan diri mengatakan isi hati nya dengan gugup dan
grogi luar biasa, tapi Riya coba tenang dan tak ingin terlihat seperti dia
sudah menduga.
“Aku sayang sama kamu, sayang yang lebih dari teman, aku ingin
lebih diantara kita, aku nyaman sama kamu, mau kah kamu menjalani nya sama aku?
“
Kata-kata itu yang ternyata ingin di ucapkan dari mulut Arjuna,
Riya pun tak segera menjawab, ia masih diam saja dengan sedikit senyuman.
Dengan penuh cemas Arjuna pun ingin segera mendengar jawaban “iya” ....... dari
mulut Riya.
Riya mengangguk, mengiyakan pertanyaan Arjuna, malam itu
benar-benar indah untuk Arjuna dan Riya, setelah makan keduanya pulang dengan
perasaan bahagia.
Siring dengan kebahagian Riya, teka teki menghilangnya Bisma pun
terjawab, ketika Bisma tiba-tiba mengajak seorang cewe kekampus, mereka
terlihat lebih dekat dan akrab, anatara Bisma dan cewe itu. Cewe yang belum
sama sekali terlihat dikampus. Tapi semua itu tak menjadi masalah buar Riya,
toh sekarang Riya lebih bahagia dan mendapatkan orang yang lebih baik.
Meski kekecewaan itu pernah ada, menghilang dan tiba-tiba muncul
dengan cewe lain. Dan Riya mulai berfikir bahwa apa yang ia terima dulu
hanyalah tak lebih dari sebuah sikap pertemanan saja, mungkin memang tak
seharusnya ia menaruh harapan lebih pada Bisma. Tak semestinya Riya,
melebih-lebihkan perasaanya sendiri atas perlakuan Bisma selama ini, agar rasa
kecewa itu tak pernah hadir.
Dan dengan bahagia, Riya meninggalkan kisah nya tentang Bisma,
menurut nya Bisma tak lebih dari sebuah pintu yang meminta untuk dikunjungi,
tetapi pintu itu sendiri yang menyuruh nya keluar dan masuk ke pintu yang lain
yang lebih baik dan bahagia. Riya pun menentukan pilihan nya yaitu Arjuna
.............
J J J J J
Cerpen ini untuk sahabatku yg sedang
berbahagia. Semoga awet dengan pacar baru nya… dan ditunggu traktirannya J
