PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS
Kelas sosial
Perkembangan zaman ternyata juga
mempengaruhi dalam pola kehidupan dan interaksi sosial kita. Termasuk pengaruh
kelas sosial dan status sosial terhadap pembelian dan konsumsi.
Kelas sosial adalah kondisi
dimana seseorang berada pada posisi yang mencerminkan status sosial di
masyarakat yang memiliki tingkatan-tingkatan berdasarkan kelas sosial di
masyarakat yang sedang diraihnya,sehingga jenjang sosial akan senantiasa
berubah seiring dengan pencapaian dan keberhasilan seseorang dalam merubah
kelas sosialnya.
Pengaruh jenjang sosial Terhadap Pembelian
dan Konsumsi sangat berpengaruh, kelas sosial dan lapisan sangat penting
untuk para produsen karena dapat membedakan target sasaran produsen tersebut
apa untuk status yang lebih tinggi atau untuk status yang lebih rendah dalam
menjual produk mereka.
Gaya hidup dari lapisan atas pastinya akan
berbeda dengan gaya hidup lapisan menengah dan bawah. Dengan uang yang banyak
masyarakat yang berada dilapisan atas biasanya lebih konsumtif dalam
melakukan pembelian dan dapat membeli barang-barang mewah yang mahal harganya,
sedangkan untuk kelas menengah dan bawah barang mewah adalah suatu pemborosan
yang akan mereka lakukan jika dipaksakan untuk membelinya.
Keberadaaan kelas sosial dalam kehidupan
masyarakat merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan. Keberdaan
hal ini di karenakan banyak faktor yang mempengaruhiya, di saamping itu setiap
manusia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa dihargai maupun
dihormati oleh orang lainnya.
Hal itulah yang paling utama dalam
membentuk adanya jenjang sosial di masyarakat. sehingga akan menjadikan manusia
untuk melakukan proses agar dapat berkembang dari kehidupan sebelumnya menjadi
kehidupan yang lebih baik.
Faktor penentu kelas
sosial
Kelas
sosial ada yang tercipta sejak lahir namun ada juga yang harus dengan susash
payah untuk mendapatkannya, baik itu dengan sekolah maupun lembaga tinggi
lainnya.
Menurut Engel,
Blackwell dan miniard (1995) mengemukakan pendapat Gilbert dan Kahl yang
menyebutkan bahwa ada sembilan variabel yang menentukan status atau kelas
sosial seseorang, kesembilan variabel tersebut digolongkan ke dalam tiga
kategori, yaitu sebagai berikut :
Variabel
Ekonomi :
- a) Status pekerjaan
- b) Pendapatan
- c) Harta benda
- a) Prestis individu
- b) Asosiasi
- c) Sosialisasi
- a) Kekuasaan
- b) Kesadaran kelas
- c) Mobilitas
2. Pengukuran kelas
sosial
Ada
Tiga faktor yang biasa mempengaruhi atau digunakan untuk menilai
statifikasi / atau mengukur kelas sosial yang ada di masyarakat ,
antara lain adalah ;
1.
Kekayaan relative
2.
Kekuasaan atau pengaruh
3.
Martabat
Pengukuran
kelas sosial dapat juga dilakukan melalui beberapa pengukuran yang bersifat
objektif:
1.Ukuran
subjektif dimana orang diminta menentukan sendiri posisi kelas sosialnya.
(kelas
sossial di tentukan secara pribadi)
2.Ukuran
reputasi ditentukan oleh orang lain dari luar lingkungannya.
(kelas
sosial ditentukan menurut reputasinya)
3.Ukuran
objektif didasarkan atas variable sosioekonomi seperti pekerjaan, basar
pendapatan, dan pendidikan.
(kelas
sosial dikarenakan kekayaan dan pekerjaan)
Cara
untuk melakukan perubahan sosial
Secara
umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai
berikut :
- Perubahan
standar hidup
- Perkawinan
- Perubahan
tempat tinggal
- Perubahan
tingkah laku
- Perubahan nama
Pemasaran pada segmen pasar berdasar kelas sosial
Dalam
ilmu pemasaran, sebelum melakukan berbagai macam promosi atau pendekatan
pemasaran lainnya, pasar atau segmen yang dibidik harus jelas lebih dahulu.
Segmentasi merupakan seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan
peluang-peluang yang muncul di pasar. karena perilaku membeli sangat
dipengaruhi oleh kelas sosial maka kelas sosial dapat mensegmentasi pasar
secara tepat dapat mengidentifikas golongan pasar tertentu. Untuk mencapai hasil
pemasaran yang optimal, kita pertama kali harus terlebih dahulu melakukan
segmentasi pasar atas produk yang akan kita jual. Segmentasi pasar pada intinya
membagi potensi pasar menjadi bagian-bagian tertentu; bisa berdasar pembagian
demografis; berdasar kelas ekonomi dan pendidikan ataupun juga berdasar gaya
hidup (psikografis).
Pembagian
segmen yang paling lazim dilakukan adalah berdasar kelas sosial ekonomi.
Sebagai misal, pembagain yang sering dilakukan adalah membagi lapisan pasar
menjadi empat kelas : misal kelas C (kelas ekonomi rendah), kelas B (menengah),
dan kelas AB (menengah atas) dan kelas A (golongan atas). Sebagai misal, produk
kartu ponsel Esia yang murah meriah cenderung ditujukan untuk golongan B dan
golongan C. Sementara produk mobil mewah seperti BMW atau produk tas Gucci
ditujukan untuk segmen kelas atas. (Jika Anda ingin mendapatkan slide
presentasi yang bagus tentang mmarketing management dan strategy
Peranan dan Status
Sepanjang kehidupan, seseorang
akan terlibat dalam beberapa kelompok baik secara langsung maupun tidak
langsung, misalnya : keluarga, klub dan organisasi. Kedudukan seseorang
dalam setiap kelompok dapat diartikan sebagai Peranan dan Status.
a.FaktorPribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya,
termasuk usia dan daur hidupnya, pekerjaannya, kondisi ekonomi, gaya hidup,
kepribadian dan konsep diri.
b.Faktor Psikologis
Pilihan seseorang membeli juga dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama,
yaitu : motivasi, persepsi belajar, kepercayaan dan sikap. Motivasi seperti
yang diterangkan oleh teori Robert Maslow: Dimulai dengan kebutuhan-kebutuhan
fisiologis (lapar, haus), disusul kebutuhan-kebutuhan keselamatan (perasaan
aman, perlindungan), kemudian kebutuhan-kebutuhan sosial (perasaan menjadi
anggota lingkungan dan dicintai), selanjutnya kebutuhan-kebutuhan untuk
dihargai (harga diri, pengakuan, status) dan mengkerucut ke kebutuhan-kebutuhan
pernyataan diri (pengembangan dan perwujudan diri).
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial mencakup
dalam berbagai kategori berikut:
1.Ukuran Subyektif
1.Ukuran Subyektif
Dalam pendekatan subyektif untuk menguukur kelas sosial, para
individu diminta untuk menaksir kedudukan kelas sosial mereka masing-masing.
Klasifikasi keanggotaan kelas sosial yang
dihasilkan didasarkan pada persepsipartisipan terhadap dirinya
2.Ukuran Reputasi
2.Ukuran Reputasi
Pendekatan
reputasi untuk mengukur kelas sosial memerlukan informan mengnai masyarakat
yang dipilih untuk membuat pertimbangan awal mengenai keanggotaan kelas sosial
orang lain dalam masyarakat.
3.Ukuran Obyektif
Berbeda dari metode subjektif dan reputasi, yang mengharuskan orang memimpikan kedudukan kelas mereka sendiri atau kedudukan para anggotanya.
3.Ukuran Obyektif
Berbeda dari metode subjektif dan reputasi, yang mengharuskan orang memimpikan kedudukan kelas mereka sendiri atau kedudukan para anggotanya.
Sumber :
Diakses http://shinmull.wordpress.com/2013/01/04/softskill-bab-xi-pengaruh-kelas-sosial-dan-status/
pada tanggal 30 desember 2013 19:13
Diakses http://ririsyukriati.blogspot.com/2013/01/pengaruh-kelas-sosial-dan-status.html
pada tanggal 30 desember 2013 19:25
Diaskses http://ayankvoice.wordpress.com/2013/01/10/pengaruh-kelas-sosial-dan-status/
pada tanggal 30 desember 2013 19:45

Tidak ada komentar:
Posting Komentar