Sabtu, 26 April 2014

PENGARUH MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SUSU DANCOW


                                                                         BAB I                                                         
                                                               PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dewasa ini dunia usaha dihadapkan dengan persaingan yang sangat ketat dan semakin sulit. Sementara konsumen dihadapkan dengan berbagai pilihan produk yang sama dengan berbagai merek. Hal ini membuat perusahaan harus bisa menentukan strategi yang tepat untuk dapat bersaing dan memenangi persaingan serta diharapkan bisa mempertahankan konsumen lama. Mempertahankan semua pelanggan yang ada pada umumnya akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pergantian pelanggan karena biaya untuk menarik pelanggan baru bisa lima kali lipat dari biaya mempertahankan seorang pelanggan yang sudah ada. (Kotler, 2007:207).
Brand (merek) dewasa ini berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. Suatu perusahaan beroperasi untuk mendapatkan profit atau keuntungan, juga untuk mempertahankan kelangsungan hidup bisnisnya. Suatu perusahaan untuk memenangkan persaingan dituntut melakukan strategi pemasaran bagi produk-produk yang dihasilkan. Dalam kondisi semakin meningkatnya persaingan produk-produk sejenis dan perilaku konsumen yang cenderung ingin mencoba merek-merek baru yang dikeluarkan oleh perusahaan pesaing untuk mendapatkan kepuasan, manfaat yang lebih, dan memenuhi rasa
ingin tahu terhadap merek baru tersebut.
            Seiring berkembang nya jaman, semakin tingginya permintaan terhadap produk susu untuk anak-anak dari berbagai pilihan harga dan merek, dengan berbagai macam keunggulan yang di suguhkan oleh para perusahaan.
            Kendati demikian, konsumen sebagai mahluk individu akan melakukan banyak pertimbangan sebelum menentukan keputusan untuk membeli produk tersebut. Pertimbangan itu bisa berasal dari referensi teman  maupun mencoba satu persatu setiap merek dengan harga yang berbeda-beda demi menemukan produk yang pas dan tepat sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen.
            Menurut Freddy Rangkuti (2002:2) mengatakan bahwa merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan feature, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek yang baik memberikan mutu yang terbaik dan kualitas yang baik pula dengan demikian bisa memberikan dorongan untuk konsumen dalam mempengaruhi minat beli.
            Oleh karena itu, citra merek (brand image) sangatlah penting untuk meraih pangsa pasar yang diharapkan oleh perusahaan. Sesuai uraian di atas, maka penulis mengambil judul PENGARUH MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SUSU ANAK DANCOW”.

1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
“Apakah citra merek (brand image) berpengaruh pada keputusan pembelian oleh konsumen terhadap produk susu Dancow?”

1.1.Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti merumuskan tujuan dalam penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui apakah faktor citra merek (brand image) dapat mempengaruhi keputusan membeli oleh  konsumen.
1.2. Manfaat Penelitian
hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut :
1.2.1.      Bagi Peneliti :
pengkajian suatu masalah dari aspek ilmiah ini akan dapat memperkaya dan mempertajam daya analisis peneliti, dan hal ini akan sangat berguna untuk mengetahui faktor merek yang mempengaruhi konsumen dalam membeli popok bayi.
1.2.2.      Bagi Pengambilan Keputusan :
sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menetukan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan selera konsumen, sehingga dapat digunakan untuk menentuan kebijakan lebih lanjut dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produknya dimasa yang akan datang.


1.2.3.      Bagi Perkembangan Ilmu dan Pengetahuan
sebagai bahan tambahan informasi pengetahuan dan wawasan berpikir ilmiah guna memecahkan masalah bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan masalah tersebut.

1. 6. Sistematika Penulisan
Dalam proposal ini penulis menyusun enam bab uraian, dimana dalam tiap-tiap bab dilengkapi dengan sub-sub bab masing-masing, yaitu sebagai berikut:
BAB I             Pendahuluan
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat, serta sistematika penulisan.
BAB II            Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini penulis menjelaskan teori-teori yang diperlukan untuk menjalsakan variabel pada penelitian ini. Selain itu dalam bab ini diuraikan pula mengenai penelitian terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis.
BAB III          Metode Penelitian
Dalam bab ini menjelaskan tentang obyek/subyek penelitian, populasi dan simpel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, uji validitas dan uji variabel, metode analisis, serta lokasi dan objek penelitian.
BAB IV          Gambaran Umum Perusahaan
Dalam bab ini menguraikan tentang gambaran umum perusahaan, yaitu sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, visi dan misi, serta hal-hal lain menyangkut perusahaan.
BAB V            Analisis Hasil dan Pembahasan
Dalam bab ini menguraikan analisis data yang telah diperoleh dalam penelitian. Analisis data yang dilakukan meliputi analisisi statistic yang digunakan untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian.
BAB VI          Kesimpulan dan Saran
Dalam bab ini merupakan penutup dari penelitian ilmiah disajikan kesimpulan-kesimpulan serta saran-saran yang relevan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian  Pemasaran
Definisi pemasaran menurut Kotler (2007:6) dapat dibedakan menjadi definisi sosial, yaitu suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain, sedangkan menurut definisi manajerial, pemasaran sering digambarkan sebagai seni menjual produk.
Sedangkan menurut Lamb Jr. et al (dalam Ogi Sulistian, 2011:21), pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.
Dari pengertian diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa pemasaran bukan hanya untuk mendistribusikan atau menyalurkan barang maupun jasa, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat pemuas kebtuhan serta mengtahui keinginan konsumen dengan pertukaran yang bernilai dengan pihak lain.

2.2. Tujuan Pemasaran
Sedangkan menurut Philip Kotler (2007:6), tujuan pemasaran adalah menghasilkan standar hidup yang lebih tinggi dan agar konsumen memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Selanjutnya, Peter Drucker (dalam Philip Kotler, 2007:6) mengemukakan bahwa tujuan dari pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya
mampu menjual dirinya sendiri.
            Dari dua devinisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan perusahaan adalah memuaskan konsumen dengan memenuhi standart hidup yang tinggi melalui penciptaan, penawaran, dn secara bebas melakukan penukaran barang yang bernilai lebih tinggi terhadap pihak lain.




2.3. Strategi Pemasaran

Menurut Benet (dalam Ogi Sulistian, 2011:23) mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya. Sementara itu, Tull dan Kahle (dalam Ogi Sulistian, 2011:23) mendefinisikan bahwa strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang
digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3. 1. Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel independen/bebas dan variabel dependen/terikat. Variabel merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2010:59). Variabel penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Variabel Independen/Bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah citra merek yang didefinisikan oleh Kotler (2007:388) sebagai seperangkat keyakinan, ide, kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu merek. Komponen citra merek (brand image)
2. Variabel Dependen/Terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai variabel dependen adalah Minat Beli Konsumen.

3.2. Operasionalisasi Variabel

Agar penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dipahami berbagai unsur-unsur yang menjadi dasar dari suatu penelitian ilmiah yang termuat dalam operasionalisasi variabel penelitia.



3.3. Jenis data
1. Data Kualitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk informasi, baik secara lisan       maupun tulisan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
           
2.      Data Kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka yang dapat dihitung, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

3.4.Sumber Data

1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari responden berupa data opini dan kuesioner yang disebarkan. Kuesioner berisi daftar pertanyaan yang terstruktur dan materinya berhubungan dengan citra merek (brand image) dan pengaruhnya terhadap minat beli konsumen.
2.      Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh tidak langsung, yaitu data tersebut diperoleh dan diolah dari sumber .

3.      5. Metode Pengumpulan Data

Dalam usaha memperoleh data yang dibutuhkan, metode yang digunakan adalah:
1.      Studi kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu yang dilakukan dengan membaca majalah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, skripsi maupun thesis sebagai acuan penelitian terdahulu, dan dengan cara browsing di internet untuk mencari artikelartikel serta jurnal-jurnal atau data-data yang dapat membantu hasil dari penelitian.
2.       Studi lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara langsung ke perusahaan, untuk mendapatkan data primer melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat mengenai pengaruh citra merek (brand image) terhadap Minat Beli Konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar