BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dewasa ini dunia usaha dihadapkan dengan
persaingan yang sangat ketat dan semakin sulit. Sementara konsumen dihadapkan
dengan berbagai pilihan produk yang sama dengan berbagai merek. Hal ini membuat
perusahaan harus bisa menentukan strategi yang tepat untuk dapat bersaing dan
memenangi persaingan serta diharapkan bisa mempertahankan konsumen lama. Mempertahankan
semua pelanggan yang ada pada umumnya akan lebih menguntungkan dibandingkan
dengan pergantian pelanggan karena biaya untuk menarik pelanggan baru bisa lima
kali lipat dari biaya mempertahankan seorang pelanggan yang sudah ada. (Kotler,
2007:207).
Brand (merek)
dewasa ini berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. Suatu
perusahaan beroperasi untuk mendapatkan profit atau keuntungan, juga untuk
mempertahankan kelangsungan hidup bisnisnya. Suatu perusahaan untuk memenangkan
persaingan dituntut melakukan strategi pemasaran bagi produk-produk yang
dihasilkan. Dalam kondisi semakin meningkatnya persaingan produk-produk sejenis
dan perilaku konsumen yang cenderung ingin mencoba merek-merek baru yang
dikeluarkan oleh perusahaan pesaing untuk mendapatkan kepuasan, manfaat yang
lebih, dan memenuhi rasa
ingin
tahu terhadap merek baru tersebut.
Seiring berkembang nya jaman,
semakin tingginya permintaan terhadap produk susu untuk anak-anak dari berbagai
pilihan harga dan merek, dengan berbagai macam keunggulan yang di suguhkan oleh
para perusahaan.
Kendati demikian, konsumen sebagai
mahluk individu akan melakukan banyak pertimbangan sebelum menentukan keputusan
untuk membeli produk tersebut. Pertimbangan itu bisa berasal dari referensi
teman maupun mencoba satu persatu setiap
merek dengan harga yang berbeda-beda demi menemukan produk yang pas dan tepat
sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen.
Menurut Freddy Rangkuti (2002:2)
mengatakan bahwa merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten
memberikan feature, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek
yang baik memberikan mutu yang terbaik dan kualitas yang baik pula dengan
demikian bisa memberikan dorongan untuk konsumen dalam mempengaruhi minat beli.
Oleh karena itu, citra merek (brand
image) sangatlah penting untuk meraih pangsa pasar yang diharapkan oleh
perusahaan. Sesuai uraian di atas, maka penulis mengambil judul “ PENGARUH MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP MINAT
BELI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SUSU ANAK DANCOW”.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut,
maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
“Apakah
citra merek (brand image) berpengaruh
pada keputusan pembelian oleh konsumen terhadap produk susu Dancow?”
1.1.Tujuan Penelitian
Berdasarkan
latar belakang diatas maka peneliti merumuskan tujuan dalam penelitian ini
adalah :
Untuk mengetahui
apakah faktor citra merek (brand image)
dapat mempengaruhi keputusan membeli oleh
konsumen.
1.2. Manfaat Penelitian
hasil penelitian ini diharapkan
akan memberikan manfaat sebagai berikut :
1.2.1.
Bagi
Peneliti :
pengkajian
suatu masalah dari aspek ilmiah ini akan dapat memperkaya dan mempertajam daya
analisis peneliti, dan hal ini akan sangat berguna untuk mengetahui faktor
merek yang mempengaruhi konsumen dalam membeli popok bayi.
1.2.2.
Bagi
Pengambilan Keputusan :
sebagai
bahan masukan bagi perusahaan dalam menetukan produk yang benar-benar sesuai
dengan kebutuhan, keinginan dan selera konsumen, sehingga dapat digunakan untuk
menentuan kebijakan lebih lanjut dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
untuk mengevaluasi dan menyempurnakan produknya dimasa yang akan datang.
1.2.3.
Bagi
Perkembangan Ilmu dan Pengetahuan
sebagai
bahan tambahan informasi pengetahuan dan wawasan berpikir ilmiah guna
memecahkan masalah bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan masalah
tersebut.
1.
6. Sistematika Penulisan
Dalam proposal ini penulis menyusun enam
bab uraian, dimana dalam tiap-tiap bab dilengkapi dengan sub-sub bab
masing-masing, yaitu sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Dalam bab ini
penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan
dan manfaat, serta sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini
penulis menjelaskan teori-teori yang diperlukan untuk menjalsakan variabel pada
penelitian ini. Selain itu dalam bab ini diuraikan pula mengenai penelitian
terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis.
BAB III Metode Penelitian
Dalam bab ini
menjelaskan tentang obyek/subyek penelitian, populasi dan simpel, jenis dan
sumber data, metode pengumpulan data, uji validitas dan uji variabel, metode
analisis, serta lokasi dan objek penelitian.
BAB IV Gambaran Umum Perusahaan
Dalam bab ini
menguraikan tentang gambaran umum perusahaan, yaitu sejarah perusahaan,
struktur organisasi perusahaan, visi dan misi, serta hal-hal lain menyangkut
perusahaan.
BAB V Analisis Hasil dan Pembahasan
Dalam bab ini
menguraikan analisis data yang telah diperoleh dalam penelitian. Analisis data
yang dilakukan meliputi analisisi statistic yang digunakan untuk melakukan
pengujian terhadap hipotesis penelitian.
BAB VI Kesimpulan dan Saran
Dalam bab ini
merupakan penutup dari penelitian ilmiah disajikan kesimpulan-kesimpulan serta
saran-saran yang relevan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian
Pemasaran
Definisi pemasaran menurut Kotler
(2007:6) dapat dibedakan menjadi definisi sosial, yaitu suatu proses sosial
yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk
yang bernilai dengan pihak lain, sedangkan menurut definisi manajerial,
pemasaran sering digambarkan sebagai seni menjual produk.
Sedangkan
menurut Lamb Jr. et al (dalam Ogi Sulistian, 2011:21), pemasaran adalah suatu
proses perencanaan dan menjalankan konsep harga, promosi, dan distribusi
sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan
tujuan individu dan organisasi.
Dari pengertian diatas bisa ditarik
kesimpulan bahwa pemasaran bukan hanya untuk mendistribusikan atau menyalurkan
barang maupun jasa, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat pemuas kebtuhan
serta mengtahui keinginan konsumen dengan pertukaran yang bernilai dengan pihak
lain.
2.2. Tujuan Pemasaran
Sedangkan menurut Philip Kotler
(2007:6), tujuan pemasaran adalah menghasilkan standar hidup yang lebih tinggi
dan agar konsumen memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan
pihak lain.
Selanjutnya, Peter Drucker (dalam Philip
Kotler, 2007:6) mengemukakan bahwa tujuan dari pemasaran adalah mengetahui dan
memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan
pelanggan dan selanjutnya
mampu
menjual dirinya sendiri.
Dari dua devinisi diatas dapat
ditarik kesimpulan bahwa tujuan perusahaan adalah memuaskan konsumen dengan
memenuhi standart hidup yang tinggi melalui penciptaan, penawaran, dn secara
bebas melakukan penukaran barang yang bernilai lebih tinggi terhadap pihak
lain.
2.3. Strategi Pemasaran
Menurut Benet (dalam Ogi Sulistian,
2011:23) mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan pernyataan (baik
secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini
produk mencapai tujuannya. Sementara itu, Tull dan Kahle (dalam Ogi Sulistian,
2011:23) mendefinisikan bahwa strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang
direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan
bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program
pemasaran yang
digunakan
untuk melayani pasar sasaran tersebut.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3. 1. Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini
terdiri dari dua variabel, yaitu variabel independen/bebas dan variabel dependen/terikat.
Variabel merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2010:59). Variabel penelitian
dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Variabel Independen/Bebas merupakan variabel yang mempengaruhi
atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Variabel
independen dalam penelitian ini adalah citra merek yang didefinisikan oleh
Kotler (2007:388) sebagai seperangkat keyakinan, ide, kesan yang dimiliki oleh
seseorang terhadap suatu merek. Komponen citra merek (brand image)
2. Variabel Dependen/Terikat merupakan variabel yang dipengaruhi
atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Dalam penelitian
ini yang dijadikan sebagai variabel dependen adalah Minat Beli Konsumen.
3.2. Operasionalisasi Variabel
Agar penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang
diharapkan, maka perlu dipahami berbagai unsur-unsur yang menjadi dasar dari
suatu penelitian ilmiah yang termuat dalam operasionalisasi variabel penelitia.
3.3. Jenis data
1. Data Kualitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk
informasi, baik secara lisan maupun
tulisan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
2.
Data
Kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka yang dapat
dihitung, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
3.4.Sumber Data
1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti
langsung dari responden berupa
data opini dan kuesioner yang disebarkan. Kuesioner berisi daftar pertanyaan yang terstruktur dan materinya berhubungan
dengan citra merek (brand image) dan pengaruhnya terhadap minat
beli konsumen.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh tidak langsung,
yaitu data tersebut diperoleh dan diolah dari sumber .
3.
5. Metode
Pengumpulan Data
Dalam usaha memperoleh data yang dibutuhkan, metode yang digunakan
adalah:
1.
Studi
kepustakaan (Library Research)
Penelitian
kepustakaan (Library Research), yaitu yang dilakukan dengan membaca
majalah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, skripsi maupun thesis
sebagai acuan penelitian terdahulu, dan dengan cara browsing di internet
untuk mencari artikelartikel serta jurnal-jurnal atau data-data yang dapat
membantu hasil dari penelitian.
2.
Studi lapangan (Field Research)
Penelitian
lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara
langsung ke perusahaan, untuk mendapatkan data primer melalui penyebaran
kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat mengenai pengaruh citra merek (brand
image) terhadap Minat Beli Konsumen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar