Dimulai dari sebelah mana
cerita tentang saya? Sepertinya tak ada yang menarik untuk dibahas. Hanya
seorang anak biasa yang ingin sukses dan membahagiakan orang tua. Mungkin tidak
dengan IPK yang semester ini sedikit turun, tapi setidaknya tidak menemukan
nilai C *hehehe. Masih tentang kuliah yang terlihat semkin membosankan jadwal
yang tidak beraturan ditambah rute kuliah yang semakin jauh, dan seandainya
tidak bertemu dengan macet.yaa macet itu permintaan yang tidak mungkin jika
rute nya ke J5, rute macet nya sepanjang jalan dari rumah sampai dengan kampus,
dan masih harus berpusing ria dari pagi sampe sore jadwal full. Semester lima,
walaupun mulai bosen sejujurya tapi semangat dan semangat tetep dikumpulkan ya
begitulah dan entahlah mungkin ini efek dari kenaikan tingkat semakin dekat
dengan perang skripsi.
Saya anak kedua dari
empat bersaudara, dengan satu orang kakak laki-laki yang sudah berkeluarga dan
dua orang adik perempuan sama-sama masih duduk di sekolah dasar dikota kelahiran
saya Pati. Sari, biasa dipanggil dengan sari, nama lengkap Dwy tsalimah
mauludti sari. Lahir di kota Pati, 20 Desemeber. Jadi ceritanya saya ini adalah
anak perantauan yang menggembala atau lebih tepatnya terdampar dikota besar
seperti Bekasi ini,ya saya tinggal bersama dengan om dan tante serta satu orang
anak perempuanya yang masih kecil masih berumur dua tahunan, lagi lucu-lucunya
sekaligus lagi nakal-nakal nya, mengganggu saya pas lagi bikin cerita ini
misalnya J . kok bisa terdampr ya? Iya karna disini bukan dengan
keinginan saya, melainkan keinginan orang tua, agar tetap dekat dengan keluarga
dan terkontrol juga pergaulannya. Mungkin itu salah satu alesannya, saya juga
kurang tau.
Mulai terbiasa dengan
keadaan sehari-hari yang jauh dari orang tua dan mulai sadar bahwa mandiri itu
memang penting dan susah untuk dijalani.sebagaimanapun susah nya saya tetap
senang dan berusaha lebih baik, karna tak banyak orang tau dan bisa merasakan
kalau tinggal sama orang lain walaupun keluarga itu membawa tanggung jawab.
Cukup lama sudah tinggal
disini sekitar dua tahun, ya selama kuliah disini dan saya sudah cukup
berkeyakinan bahwa Jakarta atau bekasi dan sekitarnya adalah kota yang akan
saya hindari, saya ingin jauh-jauh dari kota ini, kalo perlu ingin cepat lulus
segera sesegera mungkin tak ingin berlama-lama menderita menjadi orang asing di
kota orang. Seperti yang selama ini dan sampai detik ini yang saya rasakan. Bayangkan
kalo selama kuliah hampir bisa dihitung teman saya ya itu -itu saja, tempat
yang saya tahu ya itu-itu saja, hampir menjadi kupu-kupu alias kuliah
pulang-kuliah pulang, jadi ya kalo ge kakmpus ya cukup diam diri asik sendiri
dengan status anak rumahan, duhhhhh bosennya, entah ini salah saya atau salah
tempatnya yang tidak bisa membuat saya nyaman seperti yang saya rasakan dikota
saya. Atau ini memang gangguan kecil berada jauh dikota orang. Atau apa ini yang namanya tidak betah?? Yaaa bisa
jadi, bisa jadi bisa J .
Saya belajar dari
kehidupan sehari-hari dari pengalamn sehari-hari dari lingkungan, bahwa
sebenarnya inilah hidup, inilah jalan hidup, dan jangan sampai saya dikalahkan
oleh kota yang menrut saya tidak menyenangkan tapi saya yang harus mengalahkan
kota yang membuat saya hampir tidak bersemangat.
Hidup itu indah, jika
tetap bersyukur. Dan saya ingin jadi orang yang bersyukur. Bersykur merasakan
bangku kuliah, bersyukur merasakan rasanya jadi anak kota yang biasa saya lihat
di tivi-tivi saja, bertemu dengan jalanan macet yang tidak pernah saya temui
separah ini sebelumnya, bersyukur bermain-main di mall menikmati enaknya
bermain-main dengan teman di mall-mall, bersuyukur bisa mengejar cita-cita saya
waktu kecil yang keluar dari garis impian waktu kecil dulu. Dulu setiap ditanya
saya ingin jadi apa? Saya selalu menjawab ingin jadi guruorang baik yang
mengajarkan saya membaca, menghitung, bertingkah laku dan bernyayi, tapi
kenyataanya dewasa ini saya nantinya
akan menjadi sarjana ekonomi, *yeeeeeeeyyy horeeeeee*. Impin yang ditunggu oleh orang tua pastinya,
berharap jadi orang kantoran berseragam, kerja diruangan ber ac,gaji lumayan,
pekerjaan tidak terlalu berat. Amin semoga terkabul.
Siapa yang tidak mau?
Semua orang pasti berkeinginan.
Ini tentang saya tentang
hidup saya, tentang kemauan saya, tentang masa depan saya, dan saya akan
merubah nya. Merubah menjadi lebih baik lebih bermanfaat,karna saya sayang
dengan bapak ibu dan keluarga besar semuanya. Bapak ingin anak-anaknya bisa jdi
seorang yang lebih baik, beliau ingin anak-anak nya bisa berpendidikan lebih
tinggi dan bisa berkehidupan lebih baik.
Ibu selalu berpesan,
siapa pun aku, darimana pun asalku asal aku bertingkah baik, berperilaku sopan,
dan selalu jujur, orang pun akan
bersikap hal yang baik juga. Kangen dengan ibu, kangen dengan bapak,
kangen dengan adik –adik itu sudah hal biasa, karna berkesempatan pulang sekali
dalam satu semester, menunggu liburan panjang sepanjang dua minggu dirumah,
lumayan melepas kangen dan bermesra-mesraan dengan keluarga,
bahagiiiiiaaanyaaa.
Bukan terlahir dari
keluarga berada, bisa dibilang sederhana biasa saja, saya cukup sadar diri
tidak ingin menuntut hal-hal aneh yang saya inginkan jika melihat teman-teman.
Untungnya bukan orang yang ‘kepinginan’ , jadi bisa mengontrol diri. Berusaha
mencari tempat kerja yang bisa paroh waktu, tapi susah. Kalau tidak jauh ya
tidak sesuai sama jam kuliah saya. Yasudah saya sabar, menunggu jatah
transferan bulanan dari orang tua tercinta.
Terimakasih Allah, atas
kenikmatan ini.
Hal-hal lucu yang sering
saya alami dan ketidaknyamanan ini bukan bearti saya orang yang lemah, tapi
saya akan selalu kuat dengan senyum dan semangat cinta dari orang tua saya.
Ini cerita
ku.............

Tidak ada komentar:
Posting Komentar