Kamis, 03 Oktober 2013

ini ceritaku



Dimulai dari sebelah mana cerita tentang saya? Sepertinya tak ada yang menarik untuk dibahas. Hanya seorang anak biasa yang ingin sukses dan membahagiakan orang tua. Mungkin tidak dengan IPK yang semester ini sedikit turun, tapi setidaknya tidak menemukan nilai C *hehehe. Masih tentang kuliah yang terlihat semkin membosankan jadwal yang tidak beraturan ditambah rute kuliah yang semakin jauh, dan seandainya tidak bertemu dengan macet.yaa macet itu permintaan yang tidak mungkin jika rute nya ke J5, rute macet nya sepanjang jalan dari rumah sampai dengan kampus, dan masih harus berpusing ria dari pagi sampe sore jadwal full. Semester lima, walaupun mulai bosen sejujurya tapi semangat dan semangat tetep dikumpulkan ya begitulah dan entahlah mungkin ini efek dari kenaikan tingkat semakin dekat dengan perang skripsi.
Saya anak kedua dari empat bersaudara, dengan satu orang kakak laki-laki yang sudah berkeluarga dan dua orang adik perempuan sama-sama masih duduk di sekolah dasar dikota kelahiran saya Pati. Sari, biasa dipanggil dengan sari, nama lengkap Dwy tsalimah mauludti sari. Lahir di kota Pati, 20 Desemeber. Jadi ceritanya saya ini adalah anak perantauan yang menggembala atau lebih tepatnya terdampar dikota besar seperti Bekasi ini,ya saya tinggal bersama dengan om dan tante serta satu orang anak perempuanya yang masih kecil masih berumur dua tahunan, lagi lucu-lucunya sekaligus lagi nakal-nakal nya, mengganggu saya pas lagi bikin cerita ini misalnya J . kok bisa terdampr ya? Iya karna disini bukan dengan keinginan saya, melainkan keinginan orang tua, agar tetap dekat dengan keluarga dan terkontrol juga pergaulannya. Mungkin itu salah satu alesannya, saya juga kurang tau.
Mulai terbiasa dengan keadaan sehari-hari yang jauh dari orang tua dan mulai sadar bahwa mandiri itu memang penting dan susah untuk dijalani.sebagaimanapun susah nya saya tetap senang dan berusaha lebih baik, karna tak banyak orang tau dan bisa merasakan kalau tinggal sama orang lain walaupun keluarga itu membawa tanggung jawab.
Cukup lama sudah tinggal disini sekitar dua tahun, ya selama kuliah disini dan saya sudah cukup berkeyakinan bahwa Jakarta atau bekasi dan sekitarnya adalah kota yang akan saya hindari, saya ingin jauh-jauh dari kota ini, kalo perlu ingin cepat lulus segera sesegera mungkin tak ingin berlama-lama menderita menjadi orang asing di kota orang. Seperti yang selama ini dan sampai detik ini yang saya rasakan. Bayangkan kalo selama kuliah hampir bisa dihitung teman saya ya itu -itu saja, tempat yang saya tahu ya itu-itu saja, hampir menjadi kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang, jadi ya kalo ge kakmpus ya cukup diam diri asik sendiri dengan status anak rumahan, duhhhhh bosennya, entah ini salah saya atau salah tempatnya yang tidak bisa membuat saya nyaman seperti yang saya rasakan dikota saya. Atau ini memang gangguan kecil berada jauh dikota orang. Atau  apa ini yang namanya tidak betah?? Yaaa bisa jadi, bisa jadi bisa J .
Saya belajar dari kehidupan sehari-hari dari pengalamn sehari-hari dari lingkungan, bahwa sebenarnya inilah hidup, inilah jalan hidup, dan jangan sampai saya dikalahkan oleh kota yang menrut saya tidak menyenangkan tapi saya yang harus mengalahkan kota yang membuat saya hampir tidak bersemangat.
Hidup itu indah, jika tetap bersyukur. Dan saya ingin jadi orang yang bersyukur. Bersykur merasakan bangku kuliah, bersyukur merasakan rasanya jadi anak kota yang biasa saya lihat di tivi-tivi saja, bertemu dengan jalanan macet yang tidak pernah saya temui separah ini sebelumnya, bersyukur bermain-main di mall menikmati enaknya bermain-main dengan teman di mall-mall, bersuyukur bisa mengejar cita-cita saya waktu kecil yang keluar dari garis impian waktu kecil dulu. Dulu setiap ditanya saya ingin jadi apa? Saya selalu menjawab ingin jadi guruorang baik yang mengajarkan saya membaca, menghitung, bertingkah laku dan bernyayi, tapi kenyataanya dewasa ini saya nantinya  akan menjadi sarjana ekonomi, *yeeeeeeeyyy horeeeeee*.  Impin yang ditunggu oleh orang tua pastinya, berharap jadi orang kantoran berseragam, kerja diruangan ber ac,gaji lumayan, pekerjaan tidak terlalu berat. Amin semoga terkabul.
Siapa yang tidak mau? Semua orang pasti berkeinginan.
Ini tentang saya tentang hidup saya, tentang kemauan saya, tentang masa depan saya, dan saya akan merubah nya. Merubah menjadi lebih baik lebih bermanfaat,karna saya sayang dengan bapak ibu dan keluarga besar semuanya. Bapak ingin anak-anaknya bisa jdi seorang yang lebih baik, beliau ingin anak-anak nya bisa berpendidikan lebih tinggi dan bisa berkehidupan lebih baik.
Ibu selalu berpesan, siapa pun aku, darimana pun asalku asal aku bertingkah baik, berperilaku sopan, dan selalu jujur, orang pun akan  bersikap hal yang baik juga. Kangen dengan ibu, kangen dengan bapak, kangen dengan adik –adik itu sudah hal biasa, karna berkesempatan pulang sekali dalam satu semester, menunggu liburan panjang sepanjang dua minggu dirumah, lumayan melepas kangen dan bermesra-mesraan dengan keluarga, bahagiiiiiaaanyaaa.
Bukan terlahir dari keluarga berada, bisa dibilang sederhana biasa saja, saya cukup sadar diri tidak ingin menuntut hal-hal aneh yang saya inginkan jika melihat teman-teman. Untungnya bukan orang yang ‘kepinginan’ , jadi bisa mengontrol diri. Berusaha mencari tempat kerja yang bisa paroh waktu, tapi susah. Kalau tidak jauh ya tidak sesuai sama jam kuliah saya. Yasudah saya sabar, menunggu jatah transferan bulanan dari orang tua tercinta.
Terimakasih Allah, atas kenikmatan ini.
Hal-hal lucu yang sering saya alami dan ketidaknyamanan ini bukan bearti saya orang yang lemah, tapi saya akan selalu kuat dengan senyum dan semangat cinta dari orang tua saya.
Ini cerita ku.............



Tidak ada komentar:

Posting Komentar